NUNUKAN – Cuaca di Kabupaten Nunukan diprakirakan didominasi kondisi berawan dalam sepekan ke depan.
Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan disertai petir yang diprakirakan terjadi pada dini hari, Minggu (23/8/2026).
Kepala BMKG Nunukan William melalui Petugas Perkiraan Cuaca BMKG Nunukan, Indra, mengatakan kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Nunukan dalam beberapa hari ke depan secara umum masih didominasi kondisi berawan.
“Untuk tiga hari ke depan, cuaca di wilayah Kabupaten Nunukan diprakirakan berawan, namun, ada potensi hujan disertai petir yang terjadi pada dini hari,” ujar Indra saat menyampaikan informasi prakiraan cuaca Nunukan, Jumat (21/8/2026).
Potensi hujan disertai petir tersebut diprakirakan terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026, khususnya di enam kecamatan, yakni Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Timur, Sebatik Utara, dan Sebatik Tengah.
Menurut Indra, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama yang melakukan aktivitas atau perjalanan pada malam hingga dini hari.
“Masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika akan melakukan aktivitas di luar ruangan. Kalau terjadi hujan disertai petir, sebaiknya meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Sementara itu, untuk prakiraan cuaca tujuh hari ke depan, 22–30 Agustus 2026, kondisi cuaca di seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan diprakirakan berawan.
Indra mengatakan prakiraan tersebut merupakan gambaran kondisi cuaca berdasarkan perkembangan atmosfer yang terpantau BMKG.
Namun, kondisi cuaca dapat berubah sehingga masyarakat tetap perlu mengikuti informasi terbaru.
“Untuk tujuh hari ke depan, seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan diprakirakan berawan. Tetapi prakiraan cuaca bisa berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca yang terlihat pada saat tertentu. Pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG penting diperhatikan sebelum melakukan aktivitas.
Potensi hujan disertai petir yang diprakirakan terjadi pada 23 Agustus tidak berarti seluruh wilayah Kabupaten Nunukan akan mengalami kondisi yang sama.
Menurut Indra, perkembangan cuaca dapat bersifat lokal sehingga waktu dan lokasi terjadinya hujan dapat berbeda antarwilayah.
“Potensinya di beberapa wilayah, jadi tidak berarti seluruh Kabupaten Nunukan mengalami hujan pada waktu yang sama. Karena kondisi cuaca bisa berkembang secara lokal,” ujarnya.
Masyarakat yang melakukan perjalanan pada dini hari, khususnya di wilayah yang masuk dalam prakiraan potensi hujan petir, diimbau lebih berhati-hati dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca aktual.
Begitu pula bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun perairan, informasi cuaca perlu menjadi salah satu pertimbangan sebelum melakukan aktivitas.
BMKG Nunukan mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG. Hal ini penting karena kondisi atmosfer dapat berubah dan memengaruhi perkembangan cuaca di suatu wilayah.
“Yang paling penting masyarakat tetap memantau informasi dari BMKG, karena kondisi cuaca bisa berubah. Jangan hanya melihat kondisi cuaca saat ini, tetapi juga melihat prakiraan dan peringatan dini yang terbaru,” kata Indra.
Dengan mengikuti informasi cuaca secara berkala, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.
Untuk periode 22–24 Agustus 2026, masyarakat perlu memberikan perhatian khusus terhadap potensi hujan disertai petir pada dini hari 23 Agustus di Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Timur, Sebatik Utara, dan Sebatik Tengah.
Sementara secara umum, cuaca di seluruh kecamatan Kabupaten Nunukan diprakirakan berawan hingga 30 Agustus 2026. (*)








Discussion about this post