TARAKAN – Ketua DPRD Kalimantan Utara H. Achmad Djufrie, S.E., M.M. menyebut kajian ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si. sangat tepat dan sesuai dengan kebutuhan daerah saat ini, terutama dalam penguatan UMKM dan kesetaraan gender.
Pernyataan itu disampaikan Achmad Djufrie saat menghadiri pengukuhan Prof. Nur Utomo sebagai Guru Besar Universitas Borneo Tarakan (UBT) di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat UBT, Tarakan, 29 April 2026.
“Kami sangat mengapresiasi. Materi yang beliau sampaikan sangat bagus dan relevan dengan arah pembangunan Kalimantan Utara,” ujarnya.
Achmad mengungkapkan saat ini DPRD Kalimantan Utara bersama OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penguatan UMKM dan Kesetaraan Gender.
Menurutnya, regulasi tersebut penting sebagai payung hukum untuk memperkuat usaha masyarakat kecil, membuka akses permodalan, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta menjamin peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Karena itu, pemikiran akademik seperti yang dipaparkan Prof. Nur Utomo sangat kami butuhkan,” katanya.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Nur Utomo mengangkat tema Inklusi Keuangan sebagai Pilar Manajemen Keuangan Berkeadilan: Membangun Pembiayaan Industri Kreatif Berbasis Gender dan Kearifan Lokal.
Ia menyoroti masih adanya ketimpangan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, perempuan, dan komunitas lokal. Untuk menjawab tantangan itu, Prof. Nur Utomo menawarkan konsep Inclusive Financial Management yang menitikberatkan pada pemerataan akses keuangan, pemanfaatan teknologi digital, kolaborasi multipihak, dan penguatan nilai lokal.
Achmad menilai konsep tersebut sangat visioner dan dapat diterapkan di Kalimantan Utara.
“UMKM dan gender memang menjadi perhatian kami. Jadi apa yang beliau sampaikan sangat bisa dikolaborasikan,” tegasnya.
Ketua DPRD Kaltara juga mengapresiasi kemajuan UBT yang kini memiliki tiga guru besar. Ia berharap ke depan semakin banyak profesor lahir dari kampus tersebut.
Menurutnya, semakin banyak akademisi berkualitas akan semakin besar kontribusi UBT terhadap pembangunan daerah.
Achmad menambahkan keberhasilan Prof. Nur Utomo harus menjadi motivasi bagi generasi muda Kalimantan Utara untuk berani bercita-cita tinggi dan terus mengejar pendidikan.(*)











Discussion about this post