BULUNGAN – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Provinsi Kalimantan Utara menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh elemen dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” itu digelar di Gedung Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Kamis (23/7/2026).
Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H., hadir bersama Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., Kepala BNN Provinsi Kalimantan Utara Brigjen Pol. Abdul Hasyim, S.H., M.Si., unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta perwakilan berbagai instansi.
Peringatan HANI di Kaltara merupakan bagian dari agenda nasional Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI). Sementara kegiatan puncak digelar di Balai Besar Rehabilitasi BNN RI, Lido, Bogor, Jawa Barat, yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam rangkaian nasional tersebut, BNN RI meluncurkan Program Sobat Ananda Bersinar, Call Center 184 sebagai layanan masyarakat, serta melakukan pemusnahan barang bukti narkotika sebagai simbol komitmen negara dalam pemberantasan narkoba.
Pada kesempatan itu, Kepala BNNP Kalimantan Utara Brigjen Pol. Abdul Hasyim mengungkapkan pihaknya telah menindaklanjuti Surat Edaran Kepala BNN RI Nomor SE/8/VII/KA/SM.08/2026/BNN mengenai larangan penggunaan rokok elektrik (vape) bagi seluruh pegawai BNN.
Kebijakan tersebut kini berlaku di lingkungan BNN Provinsi Kalimantan Utara dan seluruh BNN Kabupaten/Kota di wilayah Kaltara. Selain itu, BNNP Kaltara juga mengajak Pemerintah Provinsi dan seluruh Forkopimda menerapkan kebijakan serupa di instansi masing-masing.
Langkah itu dinilai sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif, sekaligus memperkuat budaya hidup sehat dalam mendukung program pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Kehadiran Kapolda Kaltara bersama Forkopimda dalam peringatan HANI 2026 menjadi simbol sinergi lintas sektor untuk menjaga Kalimantan Utara tetap bersih dari ancaman narkotika serta mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)








Discussion about this post