TARAKAN – Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon tumbang, atap rumah warga rusak, serta jaringan listrik mengalami gangguan akibat kabel putus.
Berdasarkan laporan di lapangan, kerusakan terjadi di beberapa titik. Di RT 18 Jalan Sei Bengawan menuju kawasan pabrik kertas PT PRI, sebuah pohon tumbang hingga memutus kabel listrik PLN yang melintang di badan jalan. Pada lokasi yang sama, atap salah satu rumah warga juga diterbangkan angin.
Kejadian serupa dilaporkan terjadi di RT 02 Kelurahan Juata Permai, di mana atap rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin, disertai pohon tumbang di sekitar permukiman.
Sementara itu, di kawasan Perumahan PNS Juata Permai RT 21, warga juga melaporkan adanya pohon tumbang yang mengganggu akses jalan lingkungan.
Lurah Juata Permai, Wisnu Kusuma Wicaksana, S.STP, bergerak cepat malukan koordinasi dengan ketua RT terdampak untuk memastikan kondisi warga sekaligus melakukan pendataan.
“Saat ini kami langsung berkoordinasi kepada pihak RT setempat, untuk memastikan kondisi di lapangan dan melakukan pendataan. Laporan telah kami teruskan kepada BPBD agar dapat membantu penanganan pohon tumbang dan dampak lainnya. Kami juga berkoordinasi dengan PLN untuk menangani kabel listrik yang putus akibat tertimpa pohon,” ujar Wisnu.
Menurutnya, pendataan kerusakan masih terus dilakukan untuk mengetahui jumlah rumah maupun fasilitas yang terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.
Pemerintah Kelurahan Juata Permai juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Warga diminta tidak mendekati kabel listrik yang putus serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan pohon yang berisiko tumbang.
Hingga Kamis malam, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas BPBD, PLN, dan pemerintah setempat masih melakukan koordinasi untuk percepatan penanganan di lokasi terdampak.(*)








Discussion about this post