NUNUKAN – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan, suasana Rabu sore itu terasa berbeda, ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berkumpul dengan khusyuk mengikuti Tabligh Akbar dan doa bersama yang menghadirkan Habib Basim Bin Ahmad Al Athos, Rabu (9/9/2026).
Bukan sekadar menghadiri kegiatan keagamaan, para WBP memanfaatkan momentum tersebut untuk mendengarkan nasihat, menenangkan hati, sekaligus menumbuhkan kembali harapan untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
Kegiatan yang diawali dengan pembacaan doa tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian Lapas Kelas IIB Nunukan, dalam suasana penuh kekeluargaan, para WBP tampak antusias mengikuti tausiyah hingga selesai.
Meski menjalani masa pembinaan di balik tembok Lapas, semangat para WBP untuk mendapatkan siraman rohani tetap terlihat, tausiyah menjadi ruang bagi mereka untuk melakukan refleksi dan memperkuat nilai-nilai keimanan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan pembinaan keagamaan merupakan salah satu bagian penting dalam proses membentuk kepribadian WBP.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan tidak hanya menyentuh aspek keterampilan, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi seluruh Warga Binaan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Donny berharap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat membantu WBP semakin menyadari pentingnya perubahan dalam kehidupan.
“Melalui kegiatan seperti Tabligh Akbar, diharapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dapat semakin tertanam sehingga mampu menjadi bekal bagi WBP dalam menjalani kehidupan, baik selama berada di dalam Lapas maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Basim Bin Ahmad Al Athos mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri rahmat yang diberikan Allah SWT serta tidak berhenti memanjatkan doa untuk kebaikan di dunia dan akhirat.
Ia mengingatkan bahwa setiap keadaan tetap dapat menjadi ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa rahmat Allah saat ini turun dan menumpuk di tempat kita, ditandai dengan tetap turunnya hujan di wilayah Nunukan, walaupun sebagian besar wilayah Indonesia dilanda kemarau panjang. Oleh karena itu kita harus banyak berdoa, semoga segala hajat yang diinginkan di dunia dan akhirat bisa terkabul,” ucap Habib Basim.
Habib Basim juga mengajak jamaah untuk terus menjaga hubungan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai bagian dari upaya menjalani kehidupan dengan penuh harapan.
“Mudah-mudahan kita semua bahagia di dunia juga di akhirat dan segala urusan kita akan dipermudah jika kita senantiasa mengingat Allah dan Rasulullah,” harapnya.
Tabligh Akbar ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh kekhidmatan.
Bagi Lapas Kelas IIB Nunukan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menyentuh sisi mental dan spiritual.
Di balik tembok Lapas, proses pembinaan terus berjalan, melalui ruang-ruang pembelajaran, termasuk kegiatan keagamaan, para WBP didorong untuk menata diri, memperbaiki sikap dan mempersiapkan diri menyambut kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. (*Rls)








Discussion about this post