JAKARTA – Ketertarikan investor asing terhadap Kalimantan Utara (Kaltara) terus meningkat. Kali ini, investor asal Qatar melalui Nick Oil melakukan penjajakan kerja sama investasi di sektor minyak dan gas (migas) serta industri manufaktur di Bumi Benuanta.
Pertemuan berlangsung di Kantor Badan Penghubung Kaltara, Jakarta, Selasa (21/4), dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. Agenda tersebut menjadi ruang dialog awal untuk membahas peluang investasi strategis di daerah perbatasan tersebut.
Hadir dalam pertemuan itu Ketua DPRD Kaltara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., Kepala Bapperida Kaltara Bertius, S.Hut., serta Sekretaris DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani.
Gubernur Zainal menyampaikan bahwa Kaltara memiliki potensi besar di sektor energi, khususnya migas yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Blok Ambalat yang selama ini menjadi salah satu aset strategis nasional.
“Pemerintah daerah sangat terbuka terhadap investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kaltara memiliki potensi energi dan sumber daya alam yang menjanjikan,” ujar Zainal.
Selain migas, Pemprov Kaltara juga menawarkan berbagai peluang pengembangan investasi lain, seperti infrastruktur kesehatan, fasilitas logistik seperti storage BBM, pembangunan bandara, serta hilirisasi hasil perikanan dan kelautan.
Perwakilan Nick Oil, Mr. Ali Haji, menyampaikan bahwa pihaknya melihat Kaltara sebagai wilayah yang memiliki prospek investasi jangka panjang, terutama karena letaknya yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah.
“Kami melihat potensi besar di Kaltara. Namun tentu kami akan melakukan studi kelayakan secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Nick Oil memiliki jaringan internasional di berbagai negara serta pengalaman dalam pengelolaan energi dan industri berbasis teknologi.
Salah satu rencana yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan infrastruktur strategis, termasuk usulan pembangunan bandara internasional di Kabupaten Bulungan sebagai penunjang konektivitas dan investasi.
Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cendera mata khas Kaltara sebagai simbol awal komunikasi dan penjajakan kerja sama antara kedua pihak. (dkisp)











Discussion about this post