NUNUKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan terus berupaya memastikan ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain menjalankan program donor darah rutin, PMI juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan dan sosial di tengah masyarakat.
Ketua PMI Kabupaten Nunukan, Saddam Husein, mengatakan hingga saat ini seluruh program PMI berjalan normal dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sejauh semua program berjalan normal, sejak awal kami fokus pada berbagai kegiatan kemanusiaan, baik saat terjadi kebakaran, bencana, maupun kegiatan sosial lainnya,” kata Saddam, Rabu (17/06/2026)
Menurutnya, salah satu fokus utama PMI saat ini adalah menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Nunukan. Hal tersebut penting mengingat kebutuhan darah di daerah perbatasan cukup tinggi, baik untuk pasien yang menjalani perawatan rutin maupun kebutuhan darurat di rumah sakit.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, mulai dari TNI-Polri, perbankan, perusahaan hingga organisasi masyarakat.
“Kami terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk kegiatan donor darah. Tujuannya agar stok darah selalu tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, PMI juga gencar melakukan edukasi dan kampanye donor darah kepada masyarakat. Menurut Saddam, satu kantong darah yang didonorkan dapat membantu menyelamatkan nyawa sesama.
“Kami terus mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor karena setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi orang yang sedang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.
Tidak hanya bergerak di bidang kemanusiaan dan kesehatan, PMI Nunukan juga menjalankan program sosial berupa bantuan sembako bagi warga kurang mampu.
Program tersebut dijalankan melalui semangat gotong royong para relawan dan pengurus PMI yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan.
“Saya mengajak teman-teman relawan untuk menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp20 ribu setiap bulan. Dana itu kami kumpulkan untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Saat ini PMI Kabupaten Nunukan memiliki sekitar 100 relawan aktif yang terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan maupun sosial.
Meski secara umum stok darah masih dapat terpenuhi, PMI mengakui terdapat beberapa jenis golongan darah yang cukup sulit ditemukan, terutama golongan darah AB dan darah dengan rhesus negatif.
“Yang sering menjadi tantangan adalah golongan darah AB dan rhesus negatif. Jumlah pemilik rhesus negatif di Nunukan sangat sedikit sehingga ketika ada kebutuhan mendesak kami harus bergerak cepat mencari pendonor yang sesuai,” katanya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PMI memiliki data dan kontak para pendonor yang telah terdaftar berdasarkan jenis golongan darah masing-masing.
Ketika ada permintaan darah dari rumah sakit atau pasien, PMI akan segera menghubungi pendonor yang sesuai untuk dilakukan proses donor dan penyaluran kepada penerima.
“Kami memiliki database pendonor,jadi ketika ada kebutuhan mendadak, kami langsung menghubungi pendonor yang sesuai dengan golongan darah yang dibutuhkan agar penanganan pasien tidak terlambat,” tutup Saddam. (*)








Discussion about this post