MAKASSAR – Kabar baik bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Nunukan, Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk membuka kesempatan bagi dokter gigi yang bertugas di daerah perbatasan menempuh pendidikan spesialis tanpa harus meninggalkan pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Afirmasi antara Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Unhas, Pemerintah Kabupaten Nunukan, dan RSUD Kabupaten Nunukan.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Kerja Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (22/6/2026), dan disaksikan langsung oleh Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.
Program ini diperuntukkan bagi dokter gigi yang telah mengabdi di Kabupaten Nunukan, baik yang bertugas di RSUD Nunukan, rumah sakit tipe D, rumah sakit pratama, maupun puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan.
Melalui skema pendidikan tersebut, peserta yang dinyatakan lulus tetap dapat menjalankan tugas pelayanan di unit kerjanya, selama kurang lebih empat bulan mereka akan mengikuti proses pendidikan tanpa meninggalkan tempat tugas, kemudian melanjutkan pembelajaran intensif selama dua bulan di Universitas Hasanuddin.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di wilayah perbatasan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
“Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan harus terus dilakukan. Namun di sisi lain, pelayanan kepada masyarakat juga tidak boleh terganggu, melalui pola pendidikan ini, kebutuhan kedua hal tersebut dapat berjalan beriringan,” ujar Irwan.
Menurutnya, skema pendidikan afirmasi tersebut menjadi solusi untuk meminimalkan kekosongan tenaga dokter gigi di fasilitas kesehatan saat para tenaga medis mengikuti pendidikan lanjutan.
Selain mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai daerah yang berada di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan.
Ia mengungkapkan bahwa Unhas memiliki hubungan yang cukup panjang dengan Kabupaten Nunukan, khususnya Pulau Sebatik, yang telah menjadi bagian dari program pendampingan dan pengembangan Unhas sejak tahun 2012.
Menurutnya, kolaborasi yang dibangun tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, hilirisasi industri, hingga penguatan potensi ekonomi daerah.
“Unhas memiliki sumber daya yang dapat didorong untuk mendukung pengembangan Nunukan. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Nunukan bersama jajaran perangkat daerah juga melakukan diskusi dengan pihak Universitas Hasanuddin terkait kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur kelas afirmasi tahun 2026. Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari program kerja sama afirmasi yang telah berjalan sejak tahun 2025.
Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Nunukan, H. Muhammad Amin, SH, mengatakan pemerintah daerah akan segera melakukan rapat koordinasi untuk menyempurnakan pelaksanaan program afirmasi pada tahun ini.
“Evaluasi dan koordinasi akan segera kami lakukan agar pelaksanaan kelas afirmasi tahun 2026 dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Nunukan,” ujarnya.
Tak hanya bagi dokter gigi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama pendidikan keperawatan bagi tenaga perawat di lingkungan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Penjajakan ini bertujuan membuka kesempatan bagi perawat berkualifikasi Diploma III untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana Keperawatan dan profesi Ners tanpa mengabaikan tugas pelayanan yang selama ini dijalankan.
Plt. Direktur RSUD Nunukan dr. Andi Bane Tune Mangkau, Sp.B, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga kesehatan di Kabupaten Nunukan.
Dengan berbagai kerja sama yang terus diperluas bersama Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap kualitas layanan kesehatan di wilayah perbatasan semakin meningkat, seiring dengan bertambahnya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang lebih baik. (*PROKOMPIM)








Discussion about this post